Kita Sering Tahu, Tapi Tetap Salah Jalan
Ada satu hal yang aneh dari diri kita. Semakin dipikir, semakin sulit dijelaskan dengan logika yang katanya kita banggakan. Kita tahu mana yang benar. Tapi tetap saja memilih yang salah. Bukan sekali dua kali. Tapi berulang. Seolah-olah pengetahuan itu hanya hiasan di kepala, bukan sesuatu yang benar-benar mempengaruhi keputusan. Aku sering mengalaminya. Tahu harus berhenti, tapi tetap lanjut. Tahu harus mulai, tapi terus menunda. Tahu sesuatu itu tidak baik, tapi tetap dipertahankan. Dan yang lebih aneh, bukan karena tidak tahu. Justru karena tahu. Seolah-olah ada jarak yang tidak terlihat antara apa yang kita pahami, dan apa yang benar-benar kita lakukan. Kita hidup di zaman di mana informasi begitu mudah didapat. Hampir semua hal bisa dijelaskan dengan logika. Cara hidup sehat. Cara mengatur waktu. Cara membangun hubungan yang baik. Bahkan cara menjadi “versi terbaik dari diri sendiri”. Semua ada. Kalau hidup ini hanya soal tahu, seharusnya kita semua sudah baik-baik saja. Tapi keny...